medika informatika

Jurnal Sederhana Seorang Dokter Muda
headline photo

Jepret-jepret di Solo Batik Carnival 2009

Posted by sibermedika on June 28th, 2009
Posted in: Persona
Response: 0 Comment

 

Dokter-dokter pengukir sejarah bangsa

Posted by sibermedika on August 8th, 2007

SiberMedik sedih banget ngelihat mahasiswa2 sekarang lebih “fans” ke Che Guevara ketimbang pahlawan-pahlawan nasional…hiks..hiks..

Seharusnya  kita bangga terhadap negeri ini yang telah disuburkan oleh darah para pahlawan yang berkorban smpai mati mempertahankan negeri ini (sedih lagi banyak BUMN yg di-privatisasi..sama aja dijajah!!).

Profesi dokter-pun tidak kalah memberi sumbangsih berdirinya bangsa ini. Tercatat dalam sejarah beberapa dokter yang membaktikan diri menolong rakyat yang tertindas & tidak takut mati demi membela yang benar.

 dr. Cipto Mangunkusumo, Lahir: Pecangakan, Ambarawa, tahun 1886
Meninggal:Jakarta, 8 Maret 1943 Dimakamkan: Watu Ceper, Ambarawa
Pendidikan: STOVIA (Sekolah Dokter) di Jakarta
Pengalaman Pekerjaan:Dokter pemerintah di Demak & Praktik dokter di Solo
- Berhasil membasmi wabah pes (1910)
- Mengembangkan “Kartini Club”
Kegiatan Politik:
- Menulis di harian De Express
- Mendirikan Indische Partij (1912)
- Membentuk Komite Bumiputera
- Volksraad
Pengalaman Perjuangan:
- Dibuang ke negeri Belanda (1913)
- Tahanan kota di Bandung
- Dibuang ke Banda Neira (1927)
- Dibuang ke Ujungpandang
- Dari Ujungpandang dipindahkan ke Sukabumi, Jawa Barat
- Dari Sukabumi dipindahkan ke Jakarta
Tanda Penghargaan:
- Bintang Orde van Oranye Nassau dari Pemerintah Belanda (dikembalikannya)
Tanda Penghormatan:
- Dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional
- Namanya diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Pusat Jakarta.

Dr. Soetomo (lahir di Ngepeh, Nganjuk, 30 Juli 1888, wafat Surabaya, 30 Mei 1938) adalah tokoh pendiri Budi Utomo, organisasi pergerakan yang pertama di Indonesia.

Pada tahun 1903, Soetomo menempuh pendidikan kedokteran di School tot Opleiding van Inlandsche Artsen, Jakarta. Bersama kawan-kawan dari STOVIA inilah Soetomo mendirikan perkumpulan yang bernama Budi Utomo, pada tahun 1908. Setelah lulus pada tahun 1911, ia bekerja sebagai dokter pemerintah di berbagai daerah di Jawa dan Sumatra. Pada tahun 1917, Soetomo menikah dengan seorang perawat Belanda. Pada tahun 1919 sampai 1923, Soetomo melanjutkan studi kedokteran di Belanda. Pada tahun 1924, Soetomo mendirikan Indonesian Study Club di Surabaya.

Tanggal 30 Mei 1938, bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Sutomo wafat setelah berbuat banyak bagi bangsanya. Untuk mengenang jasanya, Sutomo dimakamkan di Gedung Nasional Bubutan, Surabaya. Dan pada tahun 1961, Sutomo dikukuhkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional.

Wahidin Sudirohusodo, dr. (Melati, Yogyakarta, 7 Januari 185226 Mei 1917) adalah salah seorang pahlawan nasional Indonesia. Namanya selalu dikaitkan dengan Budi Utomo karena walaupun ia bukan pendiri organisasi kebangkitan nasional itu, dialah penggagas berdirinya organisasi yang didirikan para pelajar School tot Opleiding van Inlandsche Artsen Jakarta itu.

Dokter lulusan STOVIA ini sangat senang bergaul dengan rakyat biasa. Sehinggga tak heran bila ia mengetahui banyak penderitaan rakyat. Ia juga sangat menyadari bagaimana terbelakang dan.tertindasnya rakyat akibat penjajahan Belanda. Menurutnya, salah satu cara untuk membebaskan diri dari penjajahan, rakyat harus cerdas. Untuk itu, rakyat harus diberi kesempatan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah. Sebagai dokter, ia sering mengobati rakyat tanpa memungut bayaran.

Dua pokok yang menjadi perjuangannya ialah memperluas pendidikan dan pengajaran dan memupuk kesadaran kebangsaan. Beliau sering berkeliling kota-kota besar di Jawa mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat sambil memberikan gagasannya tentang “dana pelajar” untuk membantu pemuda-pemuda cerdas yang tidak dapat melanjutkan sekolahnya. Akan tetapi gagasan ini kurang mendapat tanggapan.

Gagasan itu juga dikemukakannya pada para pelajar STOVIA di Jakarta tentang perlunya mendirikan organisasi yang bertujuan memajukan pendidikan dan meninggikan martabat bangsa. Gagasan ini ternyata di sambut baik oleh para pelajar STOVIA tersebut. Akhirnya pada tanggal 20 Mei 1908, lahirlah Budi Utomo.

Sebenarnya SiberMedik punya database & ingin sekali menulis biografi dokter-dokter pengukir sejarah bangsa ini, tetapi ya step-by step lah…ada dosisnya, daripada ntar resistn he..he..ayo SEMANGAT!!!! M.E.R.D.E.K.A!!!!

notes: kita jangan cuma jadi dokter (& calon dokter) yang cuma hebat dibelakang meja!!! Lihat realita kehidupan!! Jadi dokter yang berkemampuan lebih + hati nurani… 

Response: 31 Comments

 

Musuh utama

Posted by sibermedika on July 31st, 2007

renungkan

Tolong direnungkan??

Response: 2 Comments

 

Konsep diri: File Pengembangan Kepribadian

Posted by sibermedika on July 20th, 2007

 PENTINGNYA KONSEP DIRI® BAGI REMAJA

Oleh : Penggalih Mahardika H

(dikutip dari buku Genius Learning Strategy, Adi W Gunawan)

geniusSejenak mungkin kita akan bertanya apa  itu Konsep Diri? Apa esensinya? Kegunaannya apa?dan banyak lagi pertanyaan yang mungkin terlontar tentang judul diatas. Sebelum pertanyaan tersebut dijawab, mungkin kita perlu sejenak membayangkan kondisi berikut. 

boyoSeandainya anda memiliki sebuah DeskTop PC (Personal Computer) dengan spesifikasi PENTIUM IV 3 Ghz, HardDisk 40 GB, DDRAM 256 MB, CDRW 52×36x48, SoundCard Yamaha, VGA GeForce, OS MS Windows XP Pro, dan berbagai komponen yang mutakhir lainnya. Lalu andaikan OS (Operating System) yang anda gunakan untuk PC tadi adalah MS DOS 3.0 bukan Windows XP apa yang terjadi pada PC tersebut?           

Ada 2 kemungkinan, yang pertama mungkin PC anda tidak mau jalan karena OS yang anda gunakan sudah ketinggalan jaman. Yang kedua, PC anda jalan tapi tidak bekerja optimal sehingga keunggulan komponen-komponen tidak dapat dirasakan.           

Nah, itulah konsep diri. Konsep diri adalah Operating System bagi NeckTop PC, yaitu Sistem Persyarafan tubuh  kita. Kita ini merupakan sebuah komputer yang paling canggih tetapi tanyakan pada diri kita, “Apa kita sudah sering meng-upgrade konsep diri kita?” 

Read more

Response: 16 Comments

 

Rintisan Sejarah Kedokteran Indonesia (1500-1950)

Posted by sibermedika on July 18th, 2007
  • 1558

Wabah cacar di Ternate.

  • 1564

Wabah cacar di Ambon.

  • 1821

Kolera muncul pertama kali di Jawa; panen padi gagal.

  • 1828 

Wabah cacar di Bali.

  • 1846 

 Wabah tipus merebak di Jawa.  

  • 1848

Konstitusi baru di Belanda: Dewan Negara (parlemen) Belanda mempunyai kuasa atas urusan-urusan kolonial. Sebagian anggota parlemen menuntut diadakannya perubahan di tanah jajahan dan mendesak diadakannya pembaharuan liberal. Pengurangan peranan pemerintah dalam perekonomian kolonial, pembebasan terhadap pembatasan perusahaan swasta, dan diakhirinya tanam paksa.  Demonstrasi di Batavia, dipimpin oleh Baron van Hoevell, memohon kepada Raja Belanda agar diberlakukan kebebasan pers, sekolah menengah untuk masyarakat, dan perwakilan untuk Hindia Belanda di Dewan Negara.  Sekolah-sekolah karesidenan untuk pendidikan dan latihan anak-anak para pemerintah dan bangsawan setempat, mulai dibuka. 

  • 2 Januari 1849:

Keputusan Gubernermen no.22 yang menetapkan akan diselenggarkanya pendidikan kedokteran di Indonesia (Nederlandsch Indie). Tempat pendidikan ialah Rumah Sakit Militer.

  • Januari 1851:

Sekolah pendidikan kedokteran “Dokter-Jawa” dibuka di Weltevreden Gambir, Batavia dengan 12 orang murid. Lama pendidikan 2 tahun.

  • Juni 1853:

Dengan Surat Keputusan Gubernemen tanggal 5 Juni 1853 no. 10 ditetapkan bahwa lulusan diberi gelar Dokter Djawa, tetapi di pekerjakan sebagai Mantri Cacar. 

  • 1862

Pangeran Hidayatullah menyerah di Banjarmasin, dan dibuang ke Jawa. Antasari meninggal karena cacar, perang gerilya berlanjut.  

  • 1864:

Lama pendidikan kedokteran menjadi 3 tahun dengan wewenang bukan hanya sebagai Mantri Cacar, tetapi sebagai dokter yang dapat berdiri sendir, meskipun masih dibawah pengawasan dokter Belanda. 

  • 1869

Sepertiga penduduk Sabu meninggal karena cacar.  

  • .1871

      Wabah cacar membunuh 18.000 jiwa di Bali.  

  • 1875:

Lama pendidikan “Dokter-Jawa” menjadi 7 tahun terbagi atas 2 tahun bagian persiapan dan 5 tahun bagian kedokteran. Selama 2 tahun persiapan para murid terutama diajarkan bahasa Belanda, yang telah ditetapkan menjadi bahasa pengantar. 

  • 1898:

Didirikan sekolah pendidikan kedokteran yang disebut STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen) yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari perkembangan dan pengembangan Sekolah Dokter Djawa yang terus menerus mengalami perbaikan dan penyempurnaan kurikulum dan perubahan nama. Sebelum 1989 diubah menjadi School tot Opleiding van Inlandsche Geneeskundigen dan pada tahun 1898 diubah menjadi School tot van Inlandsche Artsen (STOVIA). 

  • 1901

Pada 1901 pihak Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut Kebijakan Beretika (bahasa Belanda: Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi, dan sedikit perubahan politik. Di bawah gubernur-jendral J.B. van Heutsz pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda, dan dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini 

  • 1902:

Maret Gedung baru sekolah kedokteran STOVIA dibuka di Hospitaalweg (sekarang Jl. Dr Abdul Rahman Saleh no 26) dan lama pendidikan menjadi 9 tahun. 

  • 1903

Netherlands Indies begins opening MULO schools for elementary education. 

  • 1908

Minggu, 20 Mei 1908, pada pukul sembilan pagi, bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, Soetomo menjelaskan gagasannya. Dia menggugah hati hadirin dan menyatakan bahwa hari depan bangsa dan Tanah Air ada di tangan mereka. Maka lahirlah Boedi Oetomo. Namun, para pemuda juga menyadari bahwa tugas mereka sebagai mahasiswa kedokteran masih banyak, di samping harus berorganisasi. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa “kaum tua”-lah yang harus memimpin BO, sedangkan para pemuda sendiri akan menjadi motor yang akan menggerakkan kapal itu untuk maju Read more

Response: 21 Comments

 

..Ndak Bisa On-Line, Dok??..

Posted by sibermedika on June 7th, 2007

sms

2 hari lalu sempat saya ber-sms ria dengan senior yang lagi PTT di Papua, peraturan terbaru memang tidak mengharuskan dokter melaksanakan PTT untuk dapat SIP. Namun saya salut kepada Beliau karena dilandasi niat untuk membaktikan diri kepada masyarakat, biar aja orang bilang Dokter Ndeso (Baca Blog cak Moki). Kalo boleh saya kasih inisial dr.AH

..”Piye dok? masa’ ndak ada sinyal blas disana?TV Kabel ato Telpon Kantor?” celetukku..”Wah, TV kabel cuma ada di Kabupaten kalo mo kesana mesti lewat Rawa-rawa pake SpeedBoat, jaraknya jauh pake beli BBM SpeedBoat 2jt…disini ndak ada telpon yang ada cuma SSB -sejenis Intercom antar wilayah di kabupaten-..Warnet harus ke SORONG jauh banget Lah dari KAIS”.. jawab dr.AH.

ctrl

Sempat terlintas dalam benak saya..”bagaimana bisa dapat UpDate Information jika tidak ada sarana yg memadai untuk meng-akses internet?ini Era Persaingan Global, Bung!”..sempat CurHat dengan rekan-rekan TI di ITS mereka janji mo nge-Posting “Bagaiman Terkoneksi dengan Internet Dimanapun & Kapanpun” di Blog ini (tunggu aja).

Kalau berpikir secara lateral, tidak adanya suatu sarana untuk akses global merupakan suatu ”pengasingan”. Kita ambil misal informasi tentang PPDS (yg saya & dr.AH diskusikan via SMS kemarin), Dokter PTT jelas harus diutamakan lah!! Mereka sudah mendedikasikan diri selama 6bln-1thn untuk masyarakat daerah terpencil/sangat terpencil. Permasalahnnya adalah, mereka di Wil.PTT berbeda-beda dalam saran akses informasi tersebut sehingga banyak dokter2 PTT yg kecewa saat ingin mendaftar menjadi Residen kaarena faktor informasi yg kurang sempurna.

tempo

Kritik dari SiberMedik:

1.PERLU ADANYA SARANA AKSES INTERNET DI SETIAP LEMBAGA PELAYANAN KESEHATAN MILIK PEMERINTAH DARI PUSAT HINGGA DAERAH.

2.MEMEBRI KESEMPATAN YANG LEBIH BESAR KEPADA DOKTER POST PTT DALAM MELANJUTKAN JENJANG DI PPDS MAAUPUN S2. (Bukan Karena IP & Duit Aja..)


Frequently Asked Question (FAQ):

1. Bagaimana koneksi dengan internet didaerah terpecil?? Bisa Dial-Up Telkom atau ISP lain, Via HP GSM/CDMA, Via Satelit TV Kabel, etc (ntar ada posting dari rekan-rekan saya di ITS..tunggu wae!!)

2.Koneksi Internet Mahal? Stigma seperti ini biasa digunakan para birokrat untuk menghindar dar kemajuan & membuka jalan korupsi (he..5X)..Pada prinsipnya, “TEKNOLOGI KAN MENJADI MURAH JIKA ADA PERMINTAAN BANYAK & PRODUKSI MASSAL” sudah saatnya internet menjadi kebutuhan Publik!!!

3. Maaf, Saya Dokter gaptek (wakkaakaakk…)? Salah anda sendiri..kenapa tidak terbuka dengan perkembangan jaman(??), kenapa hanya duduk nyaman dibelakang meja dengan cuma membaca Harrisson 14th ed.indonesia yg udah expired(??) (padahal di Internet Harrison E-Book Ed.16th dah beredar bebas Lhow)…jadi terbuka & belajarlah kepada yg lebih bisa..

4. Apa itu kedokteran Informatika???…Tunggu ya..(Kebetulan SiberMedik sedeang menulis buku tentang kedokteran Informatika…saipa mau ikut..tut..tut…tuuutt!!!!

Response: 8 Comments

 

Tips Presentasi (2): Buat Handout Irit jangan Pelit

Posted by sibermedika on April 17th, 2007

ni sebenarnya pengalaman waktu kuliah, setelah kuliah biasanya dosen memberi kopian file .ppt ke CPU kelas. Nah, setelah itu teman-teman biasanya nge-print sendiri..ya kalau normalnya sih 6 slide/hal (formasi 2 X 3). Tapi sadar nggak sih?? dengan 1 lembar kertas seharusnya kita bisa memasukkan lebih dari 6 slide, saya sering menggunakan beberapa Software pembantu untuk melakukannya hingga dapat disusun idela 8-10Slide/hal.

Mau tau caranya???Sebelum itu..Silahkan download beberapa Software dibawah ini

  1. Foxit Reader.
  2. Pdf Factory.

Setelah di Download, ikuti teknik saya dalam file dibawah ini..download juga ya??

nah..berikut tutorialnya..afwan agak telat nyaris 2 Bulan…

handout irit pps

afwan sibuk bgt niy!!!!!!!!!!!!  (T.T)!

Posted in: Tips Presentasi
Response: 2 Comments

 

Tips Presentasi (1) : Tebar Pesona

Posted by sibermedika on April 6th, 2007

Profesi Dokter di dunia medis seperti yang kita ketahui merupakan suatu profesi yang kompleks. Selain sebagai seorang Klinisi, dokter, juga merupakan seorang akademisi sekaligus sebagai tokoh masyarakat. Nah, disinilah pentingnya komunikasi sebagai media penyampaian informasi bagi khalayak.

Sebelum lebih jauh keluar dari topik, Saya ingin berbagi tips presentasi dalam tulisan perdana blogs saya.

Presentasi merupakan cara yang paling umum dalam menyampaikan suatu gagasan atau informasi. Dalam hal ini saya batasi presentasi dengan menggunakan media Komputer & Proyektor LCD.

Berikut ter-attach file tips. Silahkan Download…

Presentasi tanpa Operator.pps

I.Kenapa harus Wireless???

Tujuan utama dalam presentasi adalah tersampaikannya Informasi dari komunikator terhadap komunikan, tetapi pada prakteknya Informasi yang tersampaikan tidak sampai 100%. Dalam teori pembelajaran, rata-rata informasi yang ditangkap saat proses belajar mengajar hanya sekitar 30-40%. Ini menunjukkan adanya inefisiensi proses penyampaian(presentasi) antara komunikan & komunikator.

Analisis permasalahan.

Kebanyakan terbuangnya inti dari materi yang akan disampaikan adalah masalah-masalah teknis, antara lain:

  • Presenter kurang menarik.–> Faktor kepribadian presenter merupakan modal utama.
  • Media presentasi tidak sesuai dengan jenis Audiens.–> Jangan paksakan menggunakan LCD.
  • Banyak kata-kata/kalimat-kalimat yang tidak perlu.–> “Next..next..”,”Slide..Slide..”,”E..ee..”,dll
  • Persiapan teknis yang kurang sebelum presentasi.–> Lokasi, ada tidaknya listrik, jumlah peserta,dll.
  • Audiens yang tidak fokus.–> Biasanya karena kurang menarik.

Pemecahan masalah.

1. Siapkan Materi beserta file presentasi minimal 2 hari sebelumnya.

2. Apabila termasuk acara besar, slide presentasi sebaiknya anda supervisi 1 hari sebelumnya.

3. Tulis poin2 penting yang akan disampaikan.

4…( Baca Tips Presentasi 3: 5 langkah membuat presentasi).

5…(Baca Tips Presentasi 4: Persiapan teknis pra presentasi..-sedang ditulis, kebanyakan literatur si??-)

-Fin-

Posted in: Tips Presentasi
Response: 9 Comments